Cerita Dorce Gamalama Saat Terjun ke Lokasi Bencana Tsunami Banten

Artis senior Dorce Gamalama langsung mendatangi dan turun langsung membantu korban tsunami Banten perairan Selat Sunda , yang terjadi Sabtu (22/12/2018), ia datang sebelum Presiden Joko Widodo hadir untuk melihat lokasi bencana pada keesokan harinya.

“Saya berangkat tengah malam, saya langsung ke kamar mayit yang menumpuk disana dan saya datang keberapa tempat di Anyer yang rubuh ada masjid yang utuh dan sebagainya,” ucap Dorce di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (25/12/2018).

Menurut artis 55 tahun itu, apa yang terjadi di Banten sangat berbeda dengan bencana di Palu dan Lombok. Wilayah yang tersapu oleh gelombang tsunami tak merata dan hanya sebagian.

“Tapi korbannya sama, saya langsung bertemu masyarakat saya liat anak kecil 28 jaitan,” katanya.

Makanya malam tadi, Dorce bersama dengan rekan-rekan artis lainnya melangsungkan penggalangan dana. Dorce dan kawan-kawan juga melakukan doa bersama agar korban tsunami tersebut diberikan yang terbaik di sisi Allah.

“Ada penggalangan dana berapapun nanti dapet saya langsung kasih. Mungkin karena saya tahun baru ada acara jadi kumpulin aja dulu. Kita semua mendoakan,” tuturnya.

Dorce Gamalama dan rekan-rekan artis lainnya melangsungkan penggalangan dana untuk korban tsunami Banten  Perairan Selat Sunda.

Band Armada Ngaku Takut Manggung di Pantai

Musibah tsunami yang merenggut nyawa tiga personel band Seventeen rupanya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi band Armada . Pemilik hits “Asal Kau Bahagia” itu mengaku khawatir ketika mendapat tawaran manggung di pantai.

“Trauma pasti ada, apalagi kita tahun baru juga manggung di Pantai Karnival Ancol,” ucap vokalis Armada , Rizal  saat ditemui di kawasan Jatinegara, Jakarta, Selasa (25/12/2018).

Armada juga yakin, kekhawatiran yang sama juga tengah dialami band lain. “Maksudnya, semua teman musisi pasti ngerasain kayak gitu. Indonesia sering terkena bencana ya,” timpal drummer Armada, Andit.

Vokalis band Seventeen , Riefian Fajarsyah alias Ifan (kiri) memberikan sambutan sesaat sebelum pemberangkatan jenazah istrinya, Dylan Sahara di rumah duka, di Kelurahan Kepatihan, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (25/12). [ANTARA FOTO/Siswowidodo]

Meski ada rasa khawatir, namun sebagai band prorfesional, Armada mengaku tetap  akan tetap menjalankan tugasnya. Mereka percaya bahwa semuanya sudah diatur oleh Tuhan.

“Kam berpikir begini, rezeki, maut, dan jodoh itu di tangan Allah. Kita berserah saja lah,” kata Rizal.

Armada pun berharap kejadian yang menimpa Seventeen merupakan yang terakhir kali IDN Poker. “Semoga kejadian di Banten kemarin menjadi yang terakhir lah,” tutur Rizal Armada.

Seperti diketahui, band Seventeen harus kehilangan tiga personelnya: Bani, Herman dan Andi karena tsunami Selat Sunda yang menghantam Banten dan Lampung, Sabtu (22/12/2018) malam.

Saat kejadian, band Seventeen tengah tampil di Tanjung Lesung Beach Resort. Saat Seventeen tengah asyik menyuguhkan aksinya, tsunami menghantam mereka dari samping. Dalam musibah tersebut, hanya Ifan sang vokalis yang jiwanya selamat. Namun istri Ifan Seventeen, Dylan Sahara ikut tewas dalam musibah tersebut.

Di lokasi yang sama, komedian Aa Jimmy bersama istri dan seorang anaknya menjadi korban tewas. Sementara seorang anak Aa Jimmy hingga kini belum ditemukan. Rekan Aa Jimmy, Ade Jigo harus kehilangan istri dalam musibah tersebut.

Ingin Susul Suami ke Tanjung Lesung, Istri Herman Seventeen Dilarang

Juliana Moechtar, istri Herman Seventeen , awalnya ingin menyusul ke Tanjung Lesung demi mencari kebaradaan sang suami pasca tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Bersama Ifan Govinda, Hendra (kakak kandung Herman Sikumbang) dan tim manajemen band Seventeen berencana jalan menuju Tanjung Lesung pukul 01.30 dini hari.

Namun karena kondisi perempuan yang disapa Uli takut tidak kuat, Ifan Govinda meminta untuk tidak ikut dan diganti oleh sang kakak ipar, Hendra.

“Berangkat setengah dua. Seharusnya saya berangkat sama dia (Ifan Govinda). Dari yang kita berdua di rumah ini sampai ramai, datang kakak Ipar saya, dan memtuskan untuk saya tidak berangkat. ‘Uli jangan berangkat’ akhirnya cowo yang berangkat (Hendra kakak ipar),” kata perempuan yang juga disapa Uli saat ditemui di ruma kediamannya, di Komplek Rumah DPR, kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (23/12/2018).

Uli tidak memastikan kapan rombongan dari Jakarta telah tiba di lokasi kejadian. Namun dia sempat melihat beberapa video arah ke Tanjung Lesung sulit untuk diakses poker.

“Jadi saya lihat video sulit ke sana, saya nggak tahu bagaimana mereka bisa sampai sana,” sambung Uli.

Beruntung setelah tiba di TKP mereka langsung bertemu dengan Ivan Seventeen. Bahkan Uli semakin senang, karena sudah mengetahui keberadaan kabar suaminya. Sayang karena hujan mereka tidak bisa langsung ke lokasi yang dimaksud.

“Mereka sudah tahu kabar Kak Herman dan mereka sedang menuju ke sana, tapi hujan,” tuturnya.

Selain itu, Uli diminta kakak iparnya untuk tenang dan tidak mengabarkan kepada siapapun mengenai kabar sang suami telah meninggal.

“Nunggu, sabar kita nggak boleh nebak-nebak, nunggu kita lihat dengan mata kita sendiri,” ujar Uli menirukan suara sang kakak Ipar.

Kepastian meninggal Herman Seventeen setelah Hendra kakak kandungnya melihat langsung jenazah sang adik di lokasi kejadian.